A.
Peradaban
Islam Rasulullah Periode Mekkah
Siapa yang tidak tahu baginda kita Rasulullah SAW? Nabi
terakhir umat Islam yang dipercayai oleh Allah memegang amanah untuk mendakwahi
seluruh umat di dunia. Awal mula dakwah Rasul dimulai di Mekkah selama 13
tahun. Rasulullah SAW. mendapat cobaan
yang sangat besar ketika mendakwahi kaum musyrikin Quraisy di Mekkah. Tetapi,
beliau tidak berputus asa dalam mendakwahi kaum Quraisy. Saat itu, Rasulullah
takut bahwa kaum Quraisy akan menyerang kaumnya. Oleh karena itu, Rasulullah
menyuruh seluruh kaumnya untuk hijrah ke Yatsrib (Madinah). Alasab Rasulullah
memilih yatsrib yakni karena saat itu suasana di Yatsrib sangat kondusif dan
hal itu merupakan kabar gembira bagi baginda Rasul. Hal lainnya yaitu karena
suku Aus dan Khazraj di Yatsrib telah masuk Islam dalam 3 gelombang.
Terdapat beberapa faktor yang membuat Islam mudah
masuk ke Madinah yaitu, penduduk Yatsrib adalah orang yang paling dekat dengan
agama samawi, kelompok Yahudi Yatsrib sering mengancam orang Arab mengenai
berita kemunculan Nabi yang semakin dekat dan akan mengusir orang Arab
tersebut, dan terakhir suku Aus dan Khazraj dalam permusuhan yang kuat, maka
mereka bersegera masuk Islam agar semakin kuat.
Dakwah Rasulullah di Madinah sangatlah membuat
beliau bergembira. Karena, dakwah yang di Mekkah cukup mengecewakan namun Allah
telah memberi hadiah besar bagi Rasulullah di Madinah berupa umat yang sangat
mudah untuk didakwahi. Tetapi, dalam berdakwah Rasulullah tidak hanya mendapat
kebahagiaan. Kesulitan pun masih banyak dihadapi oleh Rasulullah mulai dari
caci makian kaum Quraisy hingga peperangan dalam membela Islam. Peperangan yang
dimaksud berjumlah 27 perang. Namun dari seluruh perang tersebut yang banyak
dikenal orang hanyalah 3 perang yaitu perang badar, perang uhud, dan perang
khandaq. Hal ini dikarenakan ketiga perang tersebut merupakan perang yang besar
dan cukup panjang kisah peperangannya.
B.
Arti
Hijrah Nabi di Madinah
Berbeda dengan sebagian agama yang menjadikan hari
kelahiran dan kematian sebagai titik awal. Islam tidak menjadikan hari
kelahiran nabi sebagai sebuah titik awal, tetapi peristiwa hijrah lah yang
memiliki arti penting dalam sejarah islam. Latar belakang hijrahnya nabi
diawali dengan peristiwa perjanjian aqabah. Proses migrasi nabi Muhammad dan
para sahabat dimulai dari kota mekkah menuju madinah.
Kata hijrah berarti pemutusan hubungan, makna hijrah
bukan sekedar upaya melepaskan diri dari cobaan dan cemoohan semata, tetapi
disamping itu, hijrah juga dimaksudkan sebagai batu loncatan untuk mendirikan
sebuah masyarakat baru di negeri yang aman. Hijrah juga memiliki makna penegasan
mengenai posisi nabi Muhammad dan para pengikutnya, dengan era sebalumnya.
Dengan hijrahnya nabi ke madinah, Islam berkembang
dengan pesat. Peristiwa hijrah merupakan suatu indikasi kebenaran ajaran nabi
dan latihan bagi para pengikutnya. Dengan proses itu, mereka jadi mampu memikul
tanggung jawab sebagai khalifah allah dimuka bumi, untuk mengimplementasikan
hukum-hukum allah, melaksanakan perintah-Nya, dan berjuang dijalan-Nya. Allah
memilih madinah sebagai tempat hijrah nabi dan para pengikutnya, sebagaimana
disebutkan dalam sebuah riwayat, nabi bersabda: “Tempat hijrah kalian sudah
diperlihatkan kepadaku. Aku telah melihat tanah beragam dan ditumbuhi pohon
kurma beada diantara dua gunung yang berupa dua harrab“ (HR. Bukhari dan
Muslim). Seizin rasulullah, kaum muslimin dari mekkah dan berbagai daerah lain
berbondong-bondong hijrah ke madinah dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang
mantap.
C.
Dasar
Berpolitik Negeri Madinah
Eksistensi Madinah sebagai kekuatan ekonomi, agama, politik dan campuran antara keragaman ideologi merupakan tradisi baru dalam peradaban yang sebelumnya belum pernah ada. Sistem pemerintahan yang dibangun oleh Nabi SAW berakar pada konsep "al-mujtama 'al-madani" yang ditempatkan pada tradisi "al'banafiyyah al-sambah" sebagai tujuan siyasah syar'iyyah yang meletakkan dasar politik Islam sebagai risalah universal. Nabi SAW telah meletakkan pondasi yang mengokohkan keindahan islam sebagai sistem hidup yang baik dan menyeluruh yang di dalamnya mencakup bidang kemasyarakatan, ekonomi, politik, pendidikan dan kenegaraan. Konstruksi tata kelola pemerintahan Madinah sebagai berikut:
1) Sistem
Mua'khah, Masjid dan Piagam Madinah.
Nabi
SAW mengajarkan kepada kaum muhajirin dan anshar persaudaraan atau mu'akhah.
Masjid sebagai aparat dan instrumen sekumpulan moral dan keutuhan masyarakat
Islam. Piagam Madinah beraspas hak, kebijakan, toleransi dan melahirkan lambang
kedaulatan Negara Madinah.
2) Manajemen
Pemerintahan. Manajemen pemerintahan dibagi menjadi beberapa poin penting,
antara lain:
a. Tata
kelola pemerintahan pusat.
Sistem
ini menguatkan hubungan antara negara satu dengan negara lainnya.
b. Pemerintahan
Wilayah.
Nabi
SAW membuat berbagai perjanjian damai dalam rangka meningkatkan kerja sama,
prinsip kebenaran dan keadilan.
c. Manajemen
keagamaan.
Mutu
pendidikan selalu mengangkat guru dan pendakwah dalam setiap kabilah untuk
melancarkan jalannya ilmu daan inovasi dalam bidang masing-masing. Manajemen
keuangan. Madinah mendorong usaha rakyat dalam bidang pertanian dan perdagangan
untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memperluas investasi.
d. Strategi
militer.
Berbagai
hubungan dengan kabilah, komunitas, entitas lain telah memberikan apresiasi
terhadap arah utama untuk daya tahan negara dalam menumbuhkan hubungan global
yang lebih menjajikan stabilitas.
D.
Piagam
Madinah
Piagam Madinah disepakati tidak lama sesudah umat muslim pindah ke Yatsrib yang waktu itu masih tinggi rasa kesukuannya. Sedangkan bagi umat Islam, khususnya kaum Muhajirin, Piagam Madinah semakin memantapkan kedudukan mereka. Bersatunya penduduk Madinah di dalam suatu kesatuan politik membuat keamanan mereka lebih terjamin dari gangguan kaum kafir Quraisy. Suasana yang lebih aman membuat mereka lebih berkonsentrasi untuk mendakwahkan Islam. Terbukti Islam berkembang subur di Madinah ini.
Bagi penduduk Madinah pada umumnya, dengan adanya kesepakatan piagam Madinah, menciptakan suasana baru yang menghilangkan atau memperkecil pertentangan antar suku. Kebebasan beragama juga telah mendapatkan jaminan bagi semua golongan. Yang lebih ditekankan adalah kerjasama dan persamaan hak dan kewajiban semua golongan dalam kehidupan sosial politik di dalam mewujudkan pertahanan dan perdamaian.
Piagam Madinah ternyata mampu mengubah eksistensi orang-orang mukmin dan yang lainnya dari sekedar kumpulan manusia menjadi masyarakat politik, yaitu suatu masyarakat yang memiliki kedaulatan dan otoritas politik dalam wilayah Madinah sebagai tempat mereka hidup bersama, bekerjasama dalam kebaikan atas dasar kesadaran sosial mereka, yang bebas dari pengaruh dan penguasaan masyarakat lain dan mampu mewujudkan kehendak mereka sendiri.
Dengan adanya Piagam Madinah, maka tercipta suasana baru yang menghilangkan atau memperkecil pertentangan antara suku. Di samping itu, Piagam tersebut juga telah merubah masyarakat yang semula hanya sekelompok manusia menjadi masyarakat politik yaitu masyarakat yang berdaulat dan mempunyai otoritas politik di wilayah Madinah. Rasulullah telah berhasil menyatukan kemajemukan yang ada dengan mengadakan perjanjian di antara kaumnya.
ANALISIS MAKALAH
Judul Makalah : Hijrah Nabi Ke Madinah
Isi Makalah :
Ada beberapa point penting yang dapat
kita ambil atau analisis dari makalah tersebut dan saya susun seperti pada
paragraph di bawah ini.
Awal mula hijrah nabi ialah saat nabi
takut jika kaum quraisy akan menyerang kaumnya, hal ini dikarenakan rasullulah
mendapat cobaan yang sangat besar ketika mendakwahi kaum quraisy. Kemudian
rasulullah memutuskan untuk hijrah ke yastrib (madinah), rasulullah memilih
kota yastrib dikarenakan pada saat itu suasana di yastrib sangat kondusif dan
suku aus & khazraj diyastrib telah masu islam dalam 3 gelombang.
Gelombang pertama, terjadi pada tahun
ke-10 kenabian. Saat itu beberapa orang dari mereka datang ke Mekkah untuk
melakukan ziarah ke Baitullah. Mereka disambut oleh Nabi Muhammad SAW, dan
beliau memperkenalkan diri kepada mereka. Kemudian Nabi mengadakan pertemuan di
Aqabah dengan mereka dan saat itu pula mereka menyatakan beriman dan masuk
Islam.
Gelombang kedua, terjadi pada tahun
ke-12 kenabian tepatnya pada saat dilakukannya perjanjian Aqabah 1 yang diikuti
oleh 12 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Gelombang ketiga, terjadi pada
tahun ke-13 kenabian tepatnya pada saat perjanjian Aqabah 2 dimana saat itu
sebanyak 73 penduduk Yatsrib berjanji akan patuh dan setia kepada Nabi Muhammad
SAW.
Tetapi, dalam berdakwah Rasulullah tidak
hanya mendapat kebahagiaan. Kesulitan pun masih banyak dihadapi oleh Rasulullah
mulai dari caci makian kaum Quraisy hingga peperangan dalam membela
Islam.Peperangan yang dimaksud berjumlah 27 perang, antara lain perang waddan,
perang buwwat, perang zul usairah, perang badar pertama, perang badar qubra,
perang qunaiqa', perang bani sulaim, perang bani sawwiq, perang zu 'amar, perang
buhran, perang uhud, perang hamra' al-As'ad, perang bani nazir, perang zatur
riqa', perang badar akhir, perang dumatul jandal, perang muraisi', perang
khandaq, perang bani quraizhah, perang bani lihyan, perang zil qarad, perang
hudaibiyyah, perang khaibar, perang mut'ah, perang fathu al-Makkah, perang
hunain dan bani
taif, dan perang tabuk. Namun dari seluruh perang tersebut yang
banyak dikenal orang hanyalah 3 perang yaitu perang badar, perang uhud, dan
perang khandaq. Mengapa? Karena ketiga perang tersebut merupakan perang yang
besar dan cukup panjang kisah peperangannya.
Kata hijrah berarti pemutusan hubungan,
makna hijrah bukan sekedar upaya melepaskan diri dari cobaan dan cemoohan
semata, tetapi disamping itu, hijrah juga dimaksudkan sebagai batu loncatan
untuk mendirikan sebuah masyarakat baru di negeri yang aman. Hijrah juga
memiliki makna penegasan mengenai posisi nabi Muhammad dan para pengikutnya,
dengan era sebalumnya. Latar belakang hijrahnya nabi diawali dengan peristiwa
perjanjian aqabah. Proses migrasi nabi Muhammad dan para sahabat dimulai dari
kota mekkah menuju madinah.
Dengan hijrahnya nabi ke madinah, Islam
berkembang dengan pesat. Peristiwa hijrah merupakan suatu indikasi kebenaran
ajaran nabi dan latihan bagi para pengikutnya. Dengan proses itu, mereka jadi
mampu memikul tanggung jawab sebagai khalifah allah dimuka bumi, untuk
mengimplementasikan hukum-hukum allah, melaksanakan perintah-Nya, dan berjuang
dijalan-Nya.
Sistem pemerintahan yang dibangun oleh
Nabi SAW berakar pada konsep "al-mujtama 'al-madani" yang ditempatkan
pada tradisi "al'banafiyyah al-sambah" sebagai tujuan siyasah
syar'iyyah yang meletakkan dasar politik Islam sebagai risalah universal. Konstruksi
tata kelola pemerintahan Madinah yaitu:
1) Sistem
Mua'khah, Masjid dan Piagam Madinah
2) Manajemen Pemerintahan.
Manajemen pemerintahan dibagi menjadi beberapa poin penting, yaitu tata kelola pemerintahan pusat, pemerintahan wilayah, manajemen keagamaan, dan strategi militer yang memberikan apresiasi terhadap arah utama untuk daya tahan negara dalam menumbuhkan hubungan global yang lebih menjajikan stabilitas.
Piagam Madinah disepakati tidak lama
sesudah umat muslim pindah ke Yatsrib yang waktu itu masih tinggi rasa
kesukuannya. Bersatunya penduduk Madinah di dalam suatu kesatuan politik
membuat keamanan mereka lebih terjamin dari gangguan kaum kafir Quraisy. dengan
adanya kesepakatan piagam Madinah, menciptakan suasana baru yang menghilangkan
atau memperkecil pertentangan antar suku. Kebebasan beragama juga telah
mendapatkan jaminan bagi semua golongan.
Piagam Madinah ternyata mampu mengubah
eksistensi orang-orang mukmin dan yang lainnya dari sekedar kumpulan manusia
menjadi masyarakat politik. Dengan adanya piagam madinah juga tercipta suasana
baru yang menghilangkan atau memperkecil pertentangan antara suku. khususnya
kaum Muhajirin, Piagam Madinah semakin memantapkan kedudukan mereka. Bersatunya
penduduk Madinah di dalam suatu kesatuan politik membuat keamanan mereka lebih
terjamin dari gangguan kaum kafir Quraisy. Suasana yang lebih aman membuat
mereka lebih berkonsentrasi untuk mendakwahkan Islam. Terbukti Islam berkembang
subur di Madinah ini.
Kelebihan:
Dari makalah ini kita dapat mempelajari
tentang sejarah dan step by step perjalanan hijrah nabi ke madinah untuk menyebarkan
ajaran islam lebih dalam dan membuat yang tidak tau menjadi tau. Dari segi
bahasa dan susunannya, makalah ini menggunakan kata yang mudah dipahami semua
orang dan tampilannya pun rapi sehingga nyaman untuk dibaca semua kalangan.
Kekurangan:
Walaupun kelompok saya yang menyusun makalah ini, tapi saya sadar masih ada kekurangan dari makalah ini, terutama di bagian isinya. Ada beberapa penjelasan yang tidak dijelaskan secara mendetail dimakalah, kami sebagai presentator bab ini lebih merinci penjelasan melalui voice note via group whats app kelas. Kami mohon maaf untuk itu.
Oleh:
NAMA : SALSABILA AFIFAH
