Sabtu, 12 Juni 2021

HIJRAH NABI KE MADINAH

 




Resume

A.    Peradaban Islam Rasulullah Periode Mekkah

Siapa yang tidak tahu baginda kita Rasulullah SAW? Nabi terakhir umat Islam yang dipercayai oleh Allah memegang amanah untuk mendakwahi seluruh umat di dunia. Awal mula dakwah Rasul dimulai di Mekkah selama 13 tahun.  Rasulullah SAW. mendapat cobaan yang sangat besar ketika mendakwahi kaum musyrikin Quraisy di Mekkah. Tetapi, beliau tidak berputus asa dalam mendakwahi kaum Quraisy. Saat itu, Rasulullah takut bahwa kaum Quraisy akan menyerang kaumnya. Oleh karena itu, Rasulullah menyuruh seluruh kaumnya untuk hijrah ke Yatsrib (Madinah). Alasab Rasulullah memilih yatsrib yakni karena saat itu suasana di Yatsrib sangat kondusif dan hal itu merupakan kabar gembira bagi baginda Rasul. Hal lainnya yaitu karena suku Aus dan Khazraj di Yatsrib telah masuk Islam dalam 3 gelombang.

Terdapat beberapa faktor yang membuat Islam mudah masuk ke Madinah yaitu, penduduk Yatsrib adalah orang yang paling dekat dengan agama samawi, kelompok Yahudi Yatsrib sering mengancam orang Arab mengenai berita kemunculan Nabi yang semakin dekat dan akan mengusir orang Arab tersebut, dan terakhir suku Aus dan Khazraj dalam permusuhan yang kuat, maka mereka bersegera masuk Islam agar semakin kuat.

Dakwah Rasulullah di Madinah sangatlah membuat beliau bergembira. Karena, dakwah yang di Mekkah cukup mengecewakan namun Allah telah memberi hadiah besar bagi Rasulullah di Madinah berupa umat yang sangat mudah untuk didakwahi. Tetapi, dalam berdakwah Rasulullah tidak hanya mendapat kebahagiaan. Kesulitan pun masih banyak dihadapi oleh Rasulullah mulai dari caci makian kaum Quraisy hingga peperangan dalam membela Islam. Peperangan yang dimaksud berjumlah 27 perang. Namun dari seluruh perang tersebut yang banyak dikenal orang hanyalah 3 perang yaitu perang badar, perang uhud, dan perang khandaq. Hal ini dikarenakan ketiga perang tersebut merupakan perang yang besar dan cukup panjang kisah peperangannya.

B.     Arti Hijrah Nabi di Madinah

Berbeda dengan sebagian agama yang menjadikan hari kelahiran dan kematian sebagai titik awal. Islam tidak menjadikan hari kelahiran nabi sebagai sebuah titik awal, tetapi peristiwa hijrah lah yang memiliki arti penting dalam sejarah islam. Latar belakang hijrahnya nabi diawali dengan peristiwa perjanjian aqabah. Proses migrasi nabi Muhammad dan para sahabat dimulai dari kota mekkah menuju madinah.

Kata hijrah berarti pemutusan hubungan, makna hijrah bukan sekedar upaya melepaskan diri dari cobaan dan cemoohan semata, tetapi disamping itu, hijrah juga dimaksudkan sebagai batu loncatan untuk mendirikan sebuah masyarakat baru di negeri yang aman. Hijrah juga memiliki makna penegasan mengenai posisi nabi Muhammad dan para pengikutnya, dengan era sebalumnya.

Dengan hijrahnya nabi ke madinah, Islam berkembang dengan pesat. Peristiwa hijrah merupakan suatu indikasi kebenaran ajaran nabi dan latihan bagi para pengikutnya. Dengan proses itu, mereka jadi mampu memikul tanggung jawab sebagai khalifah allah dimuka bumi, untuk mengimplementasikan hukum-hukum allah, melaksanakan perintah-Nya, dan berjuang dijalan-Nya. Allah memilih madinah sebagai tempat hijrah nabi dan para pengikutnya, sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat, nabi bersabda: “Tempat hijrah kalian sudah diperlihatkan kepadaku. Aku telah melihat tanah beragam dan ditumbuhi pohon kurma beada diantara dua gunung yang berupa dua harrab“ (HR. Bukhari dan Muslim). Seizin rasulullah, kaum muslimin dari mekkah dan berbagai daerah lain berbondong-bondong hijrah ke madinah dengan keyakinan dan kepercayaan diri yang mantap.

C.    Dasar Berpolitik Negeri Madinah

Eksistensi Madinah sebagai kekuatan ekonomi, agama, politik dan campuran antara keragaman ideologi merupakan tradisi baru dalam peradaban yang sebelumnya belum pernah ada. Sistem pemerintahan yang dibangun oleh Nabi SAW berakar pada konsep "al-mujtama 'al-madani" yang ditempatkan pada tradisi "al'banafiyyah al-sambah" sebagai tujuan siyasah syar'iyyah yang meletakkan dasar politik Islam sebagai risalah universal. Nabi SAW telah meletakkan pondasi yang mengokohkan keindahan islam sebagai sistem hidup yang baik dan menyeluruh yang di dalamnya mencakup bidang kemasyarakatan, ekonomi, politik, pendidikan dan kenegaraan. Konstruksi tata kelola pemerintahan Madinah sebagai berikut:

1)      Sistem Mua'khah, Masjid dan Piagam Madinah.

Nabi SAW mengajarkan kepada kaum muhajirin dan anshar persaudaraan atau mu'akhah. Masjid sebagai aparat dan instrumen sekumpulan moral dan keutuhan masyarakat Islam. Piagam Madinah beraspas hak, kebijakan, toleransi dan melahirkan lambang kedaulatan Negara Madinah.

2)      Manajemen Pemerintahan. Manajemen pemerintahan dibagi menjadi beberapa poin penting, antara lain:

a.       Tata kelola pemerintahan pusat.

Sistem ini menguatkan hubungan antara negara satu dengan negara lainnya.

b.      Pemerintahan Wilayah.

Nabi SAW membuat berbagai perjanjian damai dalam rangka meningkatkan kerja sama, prinsip kebenaran dan keadilan.

c.       Manajemen keagamaan.

Mutu pendidikan selalu mengangkat guru dan pendakwah dalam setiap kabilah untuk melancarkan jalannya ilmu daan inovasi dalam bidang masing-masing. Manajemen keuangan. Madinah mendorong usaha rakyat dalam bidang pertanian dan perdagangan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memperluas investasi.

d.      Strategi militer.

Berbagai hubungan dengan kabilah, komunitas, entitas lain telah memberikan apresiasi terhadap arah utama untuk daya tahan negara dalam menumbuhkan hubungan global yang lebih menjajikan stabilitas.

 

D.    Piagam Madinah

Piagam Madinah disepakati tidak lama sesudah umat muslim pindah ke Yatsrib yang waktu itu masih tinggi rasa kesukuannya. Sedangkan bagi umat Islam, khususnya kaum Muhajirin, Piagam Madinah semakin memantapkan kedudukan mereka. Bersatunya penduduk Madinah di dalam suatu kesatuan politik membuat keamanan mereka lebih terjamin dari gangguan kaum kafir Quraisy. Suasana yang lebih aman membuat mereka lebih berkonsentrasi untuk mendakwahkan Islam. Terbukti Islam berkembang subur di Madinah ini.

Bagi penduduk Madinah pada umumnya, dengan adanya kesepakatan piagam Madinah, menciptakan suasana baru yang menghilangkan atau memperkecil pertentangan antar suku. Kebebasan beragama juga telah mendapatkan jaminan bagi semua golongan. Yang lebih ditekankan adalah kerjasama dan persamaan hak dan kewajiban semua golongan dalam kehidupan sosial politik di dalam mewujudkan pertahanan dan perdamaian.

Piagam Madinah ternyata mampu mengubah eksistensi orang-orang mukmin dan yang lainnya dari sekedar kumpulan manusia menjadi masyarakat politik, yaitu suatu masyarakat yang memiliki kedaulatan dan otoritas politik dalam wilayah Madinah sebagai tempat mereka hidup bersama, bekerjasama dalam kebaikan atas dasar kesadaran sosial mereka, yang bebas dari pengaruh dan penguasaan masyarakat lain dan mampu mewujudkan kehendak mereka sendiri.

Dengan adanya Piagam Madinah, maka tercipta suasana baru yang menghilangkan atau memperkecil pertentangan antara suku. Di samping itu, Piagam tersebut juga telah merubah masyarakat yang semula hanya sekelompok manusia menjadi masyarakat politik yaitu masyarakat yang berdaulat dan mempunyai otoritas politik di wilayah Madinah. Rasulullah telah berhasil menyatukan kemajemukan yang ada dengan mengadakan perjanjian di antara kaumnya.

 

 


ANALISIS MAKALAH

Judul Makalah    : Hijrah Nabi Ke Madinah

Isi Makalah         :

Ada beberapa point penting yang dapat kita ambil atau analisis dari makalah tersebut dan saya susun seperti pada paragraph di bawah ini.

Awal mula hijrah nabi ialah saat nabi takut jika kaum quraisy akan menyerang kaumnya, hal ini dikarenakan rasullulah mendapat cobaan yang sangat besar ketika mendakwahi kaum quraisy. Kemudian rasulullah memutuskan untuk hijrah ke yastrib (madinah), rasulullah memilih kota yastrib dikarenakan pada saat itu suasana di yastrib sangat kondusif dan suku aus & khazraj diyastrib telah masu islam dalam 3 gelombang.

Gelombang pertama, terjadi pada tahun ke-10 kenabian. Saat itu beberapa orang dari mereka datang ke Mekkah untuk melakukan ziarah ke Baitullah. Mereka disambut oleh Nabi Muhammad SAW, dan beliau memperkenalkan diri kepada mereka. Kemudian Nabi mengadakan pertemuan di Aqabah dengan mereka dan saat itu pula mereka menyatakan beriman dan masuk Islam.

Gelombang kedua, terjadi pada tahun ke-12 kenabian tepatnya pada saat dilakukannya perjanjian Aqabah 1 yang diikuti oleh 12 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Gelombang ketiga, terjadi pada tahun ke-13 kenabian tepatnya pada saat perjanjian Aqabah 2 dimana saat itu sebanyak 73 penduduk Yatsrib berjanji akan patuh dan setia kepada Nabi Muhammad SAW.

Tetapi, dalam berdakwah Rasulullah tidak hanya mendapat kebahagiaan. Kesulitan pun masih banyak dihadapi oleh Rasulullah mulai dari caci makian kaum Quraisy hingga peperangan dalam membela Islam.Peperangan yang dimaksud berjumlah 27 perang, antara lain perang waddan, perang buwwat, perang zul usairah, perang badar pertama, perang badar qubra, perang qunaiqa', perang bani sulaim, perang bani sawwiq, perang zu 'amar, perang buhran, perang uhud, perang hamra' al-As'ad, perang bani nazir, perang zatur riqa', perang badar akhir, perang dumatul jandal, perang muraisi', perang khandaq, perang bani quraizhah, perang bani lihyan, perang zil qarad, perang hudaibiyyah, perang khaibar, perang mut'ah, perang fathu al-Makkah, perang hunain dan bani taif, dan perang tabuk. Namun dari seluruh perang tersebut yang banyak dikenal orang hanyalah 3 perang yaitu perang badar, perang uhud, dan perang khandaq. Mengapa? Karena ketiga perang tersebut merupakan perang yang besar dan cukup panjang kisah peperangannya.

Kata hijrah berarti pemutusan hubungan, makna hijrah bukan sekedar upaya melepaskan diri dari cobaan dan cemoohan semata, tetapi disamping itu, hijrah juga dimaksudkan sebagai batu loncatan untuk mendirikan sebuah masyarakat baru di negeri yang aman. Hijrah juga memiliki makna penegasan mengenai posisi nabi Muhammad dan para pengikutnya, dengan era sebalumnya. Latar belakang hijrahnya nabi diawali dengan peristiwa perjanjian aqabah. Proses migrasi nabi Muhammad dan para sahabat dimulai dari kota mekkah menuju madinah.

Dengan hijrahnya nabi ke madinah, Islam berkembang dengan pesat. Peristiwa hijrah merupakan suatu indikasi kebenaran ajaran nabi dan latihan bagi para pengikutnya. Dengan proses itu, mereka jadi mampu memikul tanggung jawab sebagai khalifah allah dimuka bumi, untuk mengimplementasikan hukum-hukum allah, melaksanakan perintah-Nya, dan berjuang dijalan-Nya.

Sistem pemerintahan yang dibangun oleh Nabi SAW berakar pada konsep "al-mujtama 'al-madani" yang ditempatkan pada tradisi "al'banafiyyah al-sambah" sebagai tujuan siyasah syar'iyyah yang meletakkan dasar politik Islam sebagai risalah universal. Konstruksi tata kelola pemerintahan Madinah yaitu:

1)      Sistem Mua'khah, Masjid dan Piagam Madinah

2)     Manajemen Pemerintahan. 

    Manajemen pemerintahan dibagi menjadi beberapa poin penting, yaitu tata kelola pemerintahan pusat, pemerintahan wilayah, manajemen keagamaan, dan strategi militer yang memberikan apresiasi terhadap arah utama untuk daya tahan negara dalam menumbuhkan hubungan global yang lebih menjajikan stabilitas.

Piagam Madinah disepakati tidak lama sesudah umat muslim pindah ke Yatsrib yang waktu itu masih tinggi rasa kesukuannya. Bersatunya penduduk Madinah di dalam suatu kesatuan politik membuat keamanan mereka lebih terjamin dari gangguan kaum kafir Quraisy. dengan adanya kesepakatan piagam Madinah, menciptakan suasana baru yang menghilangkan atau memperkecil pertentangan antar suku. Kebebasan beragama juga telah mendapatkan jaminan bagi semua golongan.

Piagam Madinah ternyata mampu mengubah eksistensi orang-orang mukmin dan yang lainnya dari sekedar kumpulan manusia menjadi masyarakat politik. Dengan adanya piagam madinah juga tercipta suasana baru yang menghilangkan atau memperkecil pertentangan antara suku. khususnya kaum Muhajirin, Piagam Madinah semakin memantapkan kedudukan mereka. Bersatunya penduduk Madinah di dalam suatu kesatuan politik membuat keamanan mereka lebih terjamin dari gangguan kaum kafir Quraisy. Suasana yang lebih aman membuat mereka lebih berkonsentrasi untuk mendakwahkan Islam. Terbukti Islam berkembang subur di Madinah ini.

Kelebihan:

Dari makalah ini kita dapat mempelajari tentang sejarah dan step by step perjalanan hijrah nabi ke madinah untuk menyebarkan ajaran islam lebih dalam dan membuat yang tidak tau menjadi tau. Dari segi bahasa dan susunannya, makalah ini menggunakan kata yang mudah dipahami semua orang dan tampilannya pun rapi sehingga nyaman untuk dibaca semua kalangan. Makalah ini pun diambil dari sumber atau jurnal yang terpercaya, bukan dari sumber yang tidak jelas.

Kekurangan:

Walaupun kelompok saya yang menyusun makalah ini, tapi saya sadar masih ada kekurangan dari makalah ini, terutama di bagian isinya. Ada beberapa penjelasan yang tidak dijelaskan secara mendetail dimakalah, kami sebagai presentator bab ini lebih merinci penjelasan melalui voice note via group whats app kelas. Kami mohon maaf untuk itu.




Oleh:

NAMA            : SALSABILA AFIFAH

NIM                : E20194023